Saturday, August 3, 2019

Kajian Tafsir Alquran

Bismillahirrahmanirrahim
Ahad, 4 Agustus 2019

Pagi pagi sekitar jam 7, beberapa muslimah terlihat satu per satu memasuki masjid kecil ditengah kota Dramaga, Masjid At Turkiyyah. Ada rasa bahagia turut serta dalam diri, mereka yang kelak mengemban menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya sepagi ini sudah bersemangat belajar. Belajar pelajaran yang jarang di temukan di sekolah sekolah negeri. Well, pagi ini kajian tafsir Alquran QS. Ali Imran ayat 56 sampai 59. Banyak poin yang dibahas kaitannya dengan tafsir ayat ayat tersebut.

Ayat 56 Qs. Ali Imran membahas tentang orang orang kafir yang nantinya akan diberi azab oleh Allah. Orang kafir adalah mereka yang tidak mengimani Allah, atau mengimani Allah namun tidak mengakui kenabian Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Azab yang akan sampai pada mereka adalah azab di dunia dan akhirat. Jikapun azab di dunia tidak akan diberi, namun diakhirat kelak tidak ada satupun yang luput dari janji Allah. Azab kepada orang orang kafir akan diberi sesuai ketentuan Allah, yakni neraka dengan apinya yang menyala-nyala. Lalu sikap kita sebagai muslim? adalah mendoakan mereka untuk mendapat hidayah sembari menunjukkan bahwa islam itu indah.   

Ulasan ttg ayat ini masih berlanjut, berlanjut pada poin yg sejujurnya menyayat nyayat hati saya (agak lebay sih). Ya, pembahasan ttg dosa dosa yang mendapat balasan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Kedua dosa ini akan dibalas didunia terlebih dahulu dan setelahnya diakhirat.

Dosa pertama adalah bagi orang orang yang menzolimi manusia. Adalah hal sensitif bagi kita jika sudah bersinggungan dengan orang lain. Terkadang kita bermuka masam pada sesama, kadang kita mengabaikan sapaannya, atau hal hal lain yang pada intinya adalah sebuah kezoliman. Contoh zalim yang nyata adalah riba, memakan hak saudaranya. Zalim dalam bentuk yang lain adalah membunuh karakter (ini sering terjadi dalam dunia pertemanan). Menceritakan aib saudaranya adalah bentuk kezoliman, bergosip, membunuh karakter dan lain sebagainya. Astagfirullah. Mari banyak banyak beristigfar, sungguh diri kita masih jauh dari akhlak yg dicontohkan Rasulullah. 

Dosa kedua adalah memutus silaturahim terutama dengan orang tua dan kerabat. Soal ini, seringkali hidup kita terasa sempit. Rizki materi kita mungkin lancar2 saja namun kita tidak mencapai ketenangan hati. Perbaiki hubungan kita dengan orang tua, dengan begitu, apa apa yang tengah kita jalani menjadi lapang dan lancar tanpa beban.

Masih banyak poin dalam kajian tadi, namun saya cukupkan disini saja ya. Yuk sama2 saling mengajak dalam kebaikan. Lembutkan hati hati kita dengan ikut dalam majelis ilmu.

Jika saja untuk mendapat pekerjaan dunia yang baik kita butuh skill dan ilmu yang baik, lalu bagaimana dengan surga Allah? Mari belajar ilmu agama, karena menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah.
Semoga bermanfaat ya, salam
Share:
Continue Reading →

Thursday, April 11, 2019

Reframing tentang Pola Makan

Adakah manusia didunia ini yang bisa bertahan hidup tanpa asupan makanan? Tentu tidak ada. Berbagai hasil penelitian ilmiah menyatakan; manusia memiliki batas waktu tertentu untuk mampu bertahan hidup tanpa makan dan minum. Tanpa makan, manusia dapat bertahan hingga tiga minggu. Namun tanpa minum, manusia hanya bisa bertahan selama 4-7 hari tergantung pada situasi yang dialaminya.

Makan adalah bagian dari pola hidup yang tidak boleh dilakukan sembarangan. You are what you eat, begitu kata banyak orang. Asupan makanan akan menentukan kondisi kesehatan seseorang. Jika kita memasukkan sesuatu yang baik-baik kedalam tubuh, maka secara umum kondisi tubuh kita akan baik. Sebaliknya, jika hal-hal buruk yang kita konsumsi maka kondisi tubuh kita jelas juga buruknya. Sesuatu yang baik misalnya sayuran, buah-buahan, dan segala sesuatu yang diolah dengan cara baik; tidak mengandung minyak dan tepung berlebihan.

Mari kita sama-sama belajar tentang asupan makanan berdasar pendapat ahli gizi. Meskipun pada dasarnya, suri teladan kita Rasulullah s.a.w. telah memberikan contoh yang tidak dapat terbantahkan. 

Tentang pola makan, Rasulullah s.a.w. telah memberi teladan. Bahwa sepanjang hidupnya, beliau lebih sering lapar dan tidak pernah kenyang *cek kajian Dr. Zaidu di youtube. Dalam hal ini, tentunya kita sudah sama-sama paham; bahwa Rasulullah sangat sering berpuasa. Jika ada makanan dirumahnya, beliau akan berbuka (makan). Namun jika tidak, beliau akan berpuasa. Sesederhana itu Rasulullah dalam pola makan beliau.

Bagaimana dengan kita? Terkadang kita berlebihan dalam mengisi perut yang lapar. Sudah porsinya terlalu banyak, zat yang terkandung dalam makanannya juga belum tentu baik. Jika kita masih tidak mengontrol pola makan, maka bukanlah sesuatu yang mengagetkan jika kita sering tidak enak badan, kondisi fisik lemah, mudah sakit dan ujung-ujungnya menghambat aktivitas sehari-hari.

Ada baiknya kita tinjau kembali satu hadist Rasulullah s.a.w. tentang pola makan, “bahwa makanlah kalian hanya sekedar untuk menegakkan tulang sulbi (tulang belakang)”.

Artinya apa? Bahwa makan tidaklah bertujuan untuk kenyang, tetapi sekedar menegakkan tulang belakang agar kita tetap dapat beribadah sehari-hari. Jika satu mangkok sop sayur sudah cukup mengisi perut, untuk apa menambahnya lagi dengan yang tidak perlu?
Mari sama-sama belajar dan mulai perbaiki pola makan. [Ega]
Share:
Continue Reading →

Wednesday, March 20, 2019

Puisi - Celoteh Malam

Dan pada malam-malam sesaat sebelum hari berganti
selalu ada kemewahan dalam malam hening yang kulalui

Ya, ketenangan seringkali kita temukan saat sendirian
Saat dunia mulai sepi
dan saat berbagai macam pertanyaan perlahan surut karena datangnya malam

Kadang saya masih bertanya
mengapa orang-orang terjebak dalam dunia yang fana

Mengapa orang-orang lebih sigap menyelesaikan tugas-tugas kantornya
daripada cekatan menyelesaikan kewajiban pada ilahi?

Mungkin karena bumi sudah mulai tua
Share:
Continue Reading →