Thursday, July 8, 2021

Hari Ke Sembilan di Bulan Juli

Hei, kamu, apa kabar? sehat kan?
Moga-moga selalu sehat ya
Covid-19 kian hari kian menumbangkan banyak manusia. 
Ada apa ya? sudah hampir dua tahun situasi masih saja begini. 
Semoga bumi lekas pulih. 

Aku mau cerita nih, siapapun kamu yang baca, trimakasih sudah berkunjung ya. Semoga gak bosen dengan tulisanku yang gitu-gitu aja. Almost gak jauh-jauh dari kata hati. Karena bagiku, menulis adalah refleksi, dan rasanya aku bisa lebih jujur dengan kata-kata kesedihan dalam tulisanku ketimbang aku harus cerita langsung pada orang lain. Bukan..., bukan karena aku gak punya teman. Tapi kupikir merekapun punya segudang kegundahan, kalau kutambah lagi dengan kegundahanku, apa gak nambah pikiran mereka ya? So, biarlah tulisan ini mewakiliku untuk bercerita padamu. 

Hm....., hari ini adalah Jumat, 9 juli 2021. Kendari akhir-akhir ini sedang sering hujan. Ditambah lagi perkuliahan berlangsung secara online. Jadilah aktivitasku hanyalah berkisar di kos-kos-dan kos. Boring, sungguh. Single, jauh dari orang tua, dimasa covid. Kadang-kadang kurasa situasi ini berat untuk dijalani. Teman-teman dekatku satu persatu-satu mulai menggenaplan agama mereka. Lalu kubertanya, aku kapan? 

Kata orang, menikah itu adalah soal waktu dan kesiapan. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri. Benarkah aku sudah siapa? atau hanya sekedar ingin. Aku gak tau ya ukuran kesiapan itu apa. Apakah dari usia? tentu bukan ya. Atau dari segi finansial? kalo itu rasanya aku sudah siapa. Lalu apalagi ya? Mental? Iya, mental. Mungkinkah aku belum siapa mental? I also dont know. Entah, ini random banget sih. Yang baca ini, kasih aku feedback deh.

Oh ya, kata orang mungkin aku belum ketemu sosok yang sekufu, sefrekuensi, sevisi dan semisi. Well, i said it yes. Kalosoal itu memang aku belum menemukan. Eh, jangan-jangan kamu lagi yang baca ini. Hoho...., bye yah.    
 
Share:
Continue Reading →

Wednesday, May 26, 2021

Namamu Kueja Pelan-Pelan

Kendari, 23.09 WITA
Namamu kueja pelan-pelan

Begitulah judul sebuah lagu dari Pusakata. Lama sekali aku tidak pernah mendengar lagu sesyahdu ini. Bukan karena lagunya tidak ada, tetapi mungkin saja perasaan syahdu itu baru kini lagi kurasa.

------------------------------------------------
ᨕᨙ .. ᨄᨘᨌᨘ ᨕᨘᨂᨊ ᨕᨘᨉᨊᨗᨊ ᨆᨑᨍ
Eeeee.. pucu’ unganna uddaninna maraja

Kamu di mana
Kucari kamu
Dalam hening dalam sepi
Dalam rindu yang lirih

Kuselipkan namamu dalam doa
Kueja pelan-pelan
Agar dapat engkau rasa
Dalam pelukan malam

ᨕᨙ .. ᨕᨙ ..
ᨈᨚ ᨂᨛ ᨈᨚ ᨂᨛᨊᨗᨐᨑᨚ
ᨆᨉᨛᨊᨛᨕᨗ ᨕᨘᨉᨊᨗ ᨆᨑᨍ
ᨆᨉᨛᨊᨛᨕᨗ ᨕᨘᨓᨕᨗ ᨆᨈ
ᨀᨙᨁᨑᨚ. ᨄᨚᨒᨙ ᨔᨗᨕᨊᨗᨊ ᨄᨛᨉᨗ ᨆᨔᨑ
ᨆᨉᨘᨊᨘ ᨕᨘᨓᨕᨗ ᨆᨈ ᨆᨑᨍ
ᨆᨉᨘᨊᨘ ᨆᨘᨈᨛᨑᨗ ᨕᨘᨓᨕᨗ ᨆᨈ

Eeeee.. eeeee.. tongeng tongeniyaro
Maddenne’i uddanie maraja
Maddenne’i uwwai mata
Kegaro pole sianinna peddi masara
Maddunu uwwae mata maraja
Maddunu muteri uwwai mata

Aih aiiih demikianlah adanya

Rindu begitu deras berjatuhan
Air mata begitu deras berjatuhan

Dari manakah datangnya segala kepedihan dan keresahan itu?

Kau menangis, air mata deras berjatuhan
Berjatuhan air mata, kau menangis

Inginku memelukmu
Meski tak cukup erat
Meski waktu tak bisa kita genggam
Tak bisa kita ulang

Kamu di mana
Kucari kamu
Kau kutunggu, kau kutunggu
Dalam sunyi yang merdu
-------------------------------------

Tentang mengeja nama dalam doa, 
Seperti ada harap yang kuat,
Juga takut yang tak sedikit,

Memelukmu dalam doa,
Itulah yang bisa kulakukan saat ini.
Trimakasih
Share:
Continue Reading →

Friday, February 26, 2021

Pertama di Kendari

Kendari, 26 Februari 2021. Yupz, hari ini adalah hari kesepuluh aku tinggal di kota ini. Beberapa cuaca sudah kulalui, beberapa tempat sudah kukunjungi, dan beberapa orang sudah kutemui. Sebagai orang baru, pengalaman yang serba pertama kadang-kadang kulewati dengan mudahnya, tetapi kadang-kadang juga butuh beberapa usaha untuk benar-benar memahami maksud sesuatu. 

Seringnya kita berpindah dari tempat satu ke tempat lain tidak berarti bahwa kita akan dengan mudah beradaptasi ditempat yang baru. Semua membutuhkan proses. Kita perlu menyesuaikan lidah kita dengan selera makanan baru, menyesuaikan isi dompet dengan harga barang-barang baru, membiasakan cara berbicara, menyesuaikan cara bersikap, bahkan tersenyum sekalipun perlu kita sesuaikan waktu dan tempatnya. Well, semua tentunya tidak akan menjadi beban jika kita menjadikan semua proses adaptasi tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup. 

Bismillah, semoga Allah senantiasa meridhoi langkah perjalanan hidup ini. Aamiin..... 

Share:
Continue Reading →