Wednesday, December 3, 2025

Kepada siapa harusnya aku bercerita?

Hiruk pikuk dunia tidak pernah berhenti dengan kesibukannya. Pun hati dan pikiran manusia satu ini, terlalu sibuk memikirkan orang lain, sampai lupa menyayangi diri sendiri. Apa kabar mimpi-mimpi itu? Apa kabar cita-cita yang didamba belum jua sampai ke tujuan. Malah berbelok arah, bukan karena keinginan, tapi karena memang keadaan yang mengharuskan demikian. 

Entah sampai kapan? aku pun tak tahu. Sebab jiwa dan ragaku kini berjalan mengikuti kemana arah angin bertiup. Membawaku pada keadaan yang sebanrnya tidak kusanggupi untuk aku jalani. Tapi tahu kan, satu hal yang masih membuatku kuat sampai detik ini adalah...

Kasih-Nya yang tak pernah lepas

Sayang-Nya yang tak pernah pudar

Aku hanya sedang menjalankan apa yang Ia inginkan, meski bukan apa yang aku impikan. 

Wahai diri, kini saatnya engkau menerima kenyataan bahwa memang hidup manusia itu tidak selamanya bercahaya dari dekat maupun jauh, secara lahir maupun batin. Mungkin karena hatimu saja yang sedang lemah menggenggam iman-Mu yang kini kia merapuh. 

Ya Allah

aku ingin kembali

pada malam-malam dimana aku bisa leluasa bercerita kepadamu dengan badan yang sehat, hati dan pikiran yang tenang. 

Bukan malam-malam yang penuh kelelahan hati, jiwa, maupun raga. Serta telinga yang tak pernah henti mendengar tangisan dua makhluk mungilmu itu Ya Allah. 

Besarkanlah mereka dengan kasih sayang-Mu

Karena kadang-kadang aku tak punya kasih yang cukup tersebab bahkan untuk menyayangi diri sendiri saja aku sudah tak sanggup.  

Share:

0 komentar:

Post a Comment