Sungguhlah manusia adalah makhluk yang lemah, penuh kelalaian, dan mudah tergelincir pada sifat-sifat buruk. Tapi tahukah kamu, bahwa keburukan-keburukan itu akan semakin mudah dihindari tatkala kita berada dalam lingkaran kebaikan. Bersama-sama saling mengingatkan dan mengajak untuk terus berbuat kebaikan. Yang selalu siap menarik hatimu saat sedang lemah iman, yang selalu mencari dan bertanya kala wajahmu tidak hadir dalam agenda-agenda kebaikan itu. Maka..., bersyukurlah wahai diri, jika sampai saat ini masih ada yang bertanya, dimana kamu, kenapa tidak hadir, ada kendala apa? Karena kelak, merekalah jua yang akan bertanya saat engkau tidak berada dalam Surga Allah.
Sunday, December 21, 2025
Wednesday, December 10, 2025
Bahagialah dengan caramu
Malam ini, sendu menyelimuti Qalbu. Seperti langit mendung yang tiba-tiba datang menyapaku tadi sore. Ah, rasanya dunia seperti berhenti sejenak, sebab hujan pun ikut turun, dan manusia-manusia berdiam pada peraduannya masing-masing. Aku? Inginku adalah menyeruput kopi atau teh di teras rumah sambil membaca buku, tapi kau tahu istilah jauh panggang dari api? Ya, rasanya momen-momen istimewa yang aku impikan tadi belum jua bisa terwujud. Masih sebatas hayalan, sementara yang menjadi kenyataan adalah tubuh yang mulai melemah mengurus dua manusia mungil titipan Tuhan, serta hati dan pikiran yang lelah menyadari bahwa selain diri sendiri, tidak ada orang lain yang benar-benar peduli dengan kebahagianmu. Maka, berbahagialah dengan caramu sendiri, sebab yang bisa melakukan itu hanya dirimu saja. Orang lain? belum tentu.
Wednesday, December 3, 2025
Kepada siapa harusnya aku bercerita?
Hiruk pikuk dunia tidak pernah berhenti dengan kesibukannya. Pun hati dan pikiran manusia satu ini, terlalu sibuk memikirkan orang lain, sampai lupa menyayangi diri sendiri. Apa kabar mimpi-mimpi itu? Apa kabar cita-cita yang didamba belum jua sampai ke tujuan. Malah berbelok arah, bukan karena keinginan, tapi karena memang keadaan yang mengharuskan demikian.
Entah sampai kapan? aku pun tak tahu. Sebab jiwa dan ragaku kini berjalan mengikuti kemana arah angin bertiup. Membawaku pada keadaan yang sebanrnya tidak kusanggupi untuk aku jalani. Tapi tahu kan, satu hal yang masih membuatku kuat sampai detik ini adalah...
Kasih-Nya yang tak pernah lepas
Sayang-Nya yang tak pernah pudar
Aku hanya sedang menjalankan apa yang Ia inginkan, meski bukan apa yang aku impikan.
Wahai diri, kini saatnya engkau menerima kenyataan bahwa memang hidup manusia itu tidak selamanya bercahaya dari dekat maupun jauh, secara lahir maupun batin. Mungkin karena hatimu saja yang sedang lemah menggenggam iman-Mu yang kini kia merapuh.
Ya Allah
aku ingin kembali
pada malam-malam dimana aku bisa leluasa bercerita kepadamu dengan badan yang sehat, hati dan pikiran yang tenang.
Bukan malam-malam yang penuh kelelahan hati, jiwa, maupun raga. Serta telinga yang tak pernah henti mendengar tangisan dua makhluk mungilmu itu Ya Allah.
Besarkanlah mereka dengan kasih sayang-Mu
Karena kadang-kadang aku tak punya kasih yang cukup tersebab bahkan untuk menyayangi diri sendiri saja aku sudah tak sanggup.


